Sumber Pendanaan Pegiat Literasi dalam Menggerakkan Kegiatan Literasi di Masyarakat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Oleh Muhammad Subhan

TIDAK sedikit orang bertanya “dari mana sumber pendanaan seorang pegiat literasi dalam mengggerakkan kegiatan-kegiatan literasi yang dilakukannya di masyarakat?”

Banyak jawaban dari pegiat-pegiat literasi merespons pertanyaan itu, mulai dari yang logis sampai yang tidak masuk akal. Yang kadang tidak masuk akal tetapi menguatkan semangat dan optimisme, semisal, “pasti ada-ada saja jalannya”.

Terkadang, jalan itu buntu, atau bersimpang, mendaki dan menurun, atau juga penuh duri, onak, dan lubang. Namun, salutnya, mereka terus berjalan, dengan berbagai tujuan, khususnya mendampingi masyarakat binaan, dengan berbagai program-program literasi yang asyik dan menyenangkan.

Pegiat literasi memainkan peran vital dalam meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Mereka bisa berada di kalangan pemerintah, akademisi, maupun di kalangan masyarakat umum non-ASN.

Pegiat literasi dari kalangan masyarakat umum seringkali menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan dana untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Sudah pasti, gerakan mereka tidak berbasis anggaran. Walau begitu, bagi pegiat literasi yang “tahan banting”, mereka punya prinsip, baik ada dana atau tidak ada dana, program-program literasi tidak boleh berhenti. Gerakan mereka terus berjalan, baik di ranah onsite maupun online, khususnya di kantong-kantong literasi yang mereka bina.

Bagi pegiat-pegiat literasi yang kreatif, banyak sumber-sumber pendanaan untuk menguatkan program-program literasi di komunitas-komunitas mereka. Sebagian besar pegiat literasi seorang penulis. Keuntungan dari penjualan buku mereka sisihkan sebagai sumber pendanaan. Penjualan buku-buku mereka tidak hanya mendukung keberlanjutan finansial pribadi, tetapi juga mendanai kegiatan literasi yang mereka selenggarakan setiap saat.

Selain menjual buku-bukunya secara langsung, maupun menerima royalti dari penerbit, penulis juga dapat mengadakan sesi bedah buku, workshop/lokakarya menulis, dan sanggar baca dengan menggunakan sebagian dari pendapatan penjualan buku mereka untuk menutupi biaya operasional komunitas literasi. Karya-karya yang dihasilkan bisa menjadi daya tarik utama bagi masyarakat, yang pada akhirnya meningkatkan minat dan partisipasi dalam kegiatan literasi.

Penggalangan dana publik atau crowdfunding juga telah menjadi metode populer untuk mengumpulkan dana dalam berbagai proyek sosial, termasuk kegiatan literasi. Pegiat literasi dapat menggunakan platform crowdfunding untuk menarik perhatian masyarakat luas terhadap pentingnya literasi dan kebutuhan dana untuk mendukung kegiatan mereka. Dengan menceritakan kisah inspiratif dan tujuan jangka panjang, pegiat literasi dapat mendapatkan dukungan finansial dari individu-individu berjiwa filantrofi yang peduli terhadap pendidikan dan literasi di masyarakat.

Menguatkan relasi ke pimpinan-pimpinan perusahaan dan lembaga tertentu bisa juga menjadi salah satu jalan membuka sumber-sumber pendanaan. Perusahaan-perusahaan memiliki program tanggung jawab sosial (CSR) yang berfokus pada pendidikan dan literasi. Pegiat literasi dapat menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan dimaksud untuk mendapatkan dana atau bantuan lainnya.

Selain itu, beberapa lembaga swasta dan organisasi non-pemerintah juga menyediakan hibah atau dana bantuan untuk proyek-proyek literasi. Mendapatkan bantuan itu, tentu pegiat literasi harus mengajukan proposal yang jelas dan terstruktur kepada lembaga-lembaga ini sehingga dapat membuka peluang pendanaan yang signifikan.

Menyelenggarakan acara-acara kreatif seperti pameran buku, bazar, dan festival literasi juga dapat menjadi sumber pendanaan yang efektif.

Pegiat literasi dapat mengundang penulis, penerbit, dan komunitas sastra untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, termasuk perusahaan-perusahaan/UMKM yang bisa memberikan dana sponsor.

Selain menarik minat masyarakat, acara semacam ini juga dapat menghasilkan pendapatan melalui tiket masuk, penjualan buku, dan sponsor dari individu-individu tertentu seperti tokoh masyarakat yang tertarik mendukung literasi.

Selain mengadakan kegiatan literasi secara gratis, pegiat literasi juga dapat menawarkan pelatihan dan lokakarya berbayar. Misalnya, workshop menulis kreatif, pelatihan membaca cepat, kelas mendongeng untuk orang tua atau guru, atau kelas menulis esai. Peserta yang berminat belajar lebih dalam akan bersedia membayar biaya untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dari para ahli. Dana yang diperoleh dari kegiatan ini dapat digunakan untuk mendanai kegiatan literasi lainnya yang bersifat gratis atau subsidi.

Jalan lain, tentu dapat bermitra dengan pemerintah sebagai “orang tua” utama yang menguatkan literasi masyarakat. Pegiat literasi hadir menjadi perpanjangan tangan pemerintah. Ada lokus-lokus yang tak terjangkau oleh pemerintah, tapi pegiat literasi mampu menjangkaunya, sehingga problem-problem di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara literat dengan berbagai kegiatan literasi.

Pemerintah memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan literasi di masyarakat. Banyak program pemerintah yang memberikan bantuan dana kepada pegiat literasi, terutama yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan. Pemerintah tentu harus jeli pula melihat potensi-potensi pegiat literasi di tengah masyarakat, tanpa harus lebih dulu didatangi, tetapi kreatif dan berinovasi dengan “menjemput bola”, melihat potensi-potensi itu langsung ke sumbernya. Bagi pemerintah itu tentu mudah, sebab mereka mempunyai anggaran dan segala fasilitas pendukung lain yang mempermudahkan “turba”; turun ke bawah. Tidak melihat saja dari atas.

Pegiat literasi juga dapat mengajukan proposal kepada instansi pemerintah terkait untuk membuka jalan dan akses kepada dana hibah, misalnya, subsidi, atau program-program bantuan lainnya. Banyak pegiat literasi di kantong-kantong literasi yang mereka kelola dan telah mendapatkan dana hibah atau bantuan pemerintah (banper). Bantuan-bantuan itu tentu sangat membantu untuk menghidupkan napas gerakan di kantong-kantong literasi.

Langkah kreatif lain yang bisa dilakuan pegiat literasi adalah dengan memproduksi dan menjual merchandise terkait literasi, seperti kaos, mug, tote bag, dan alat tulis dengan desain yang menarik dan pesan-pesan inspiratif tentang literasi juga dapat menjadi sumber pendanaan yang kreatif. Pegiat literasi dapat bekerja sama dengan desainer grafis untuk menciptakan produk yang unik dan menarik, yang kemudian dijual kepada masyarakat yang mendukung gerakan literasi, terutama di saat acara-acara literasi. Selain itu, bisa juga beternak, membuka lahan pertanian, dan lainnya.

Banyak sumber-sumber pendanaan yang dapat menguatkan pegiat literasi. Kuncinya kreatif. Kalau kreatif, jalannya akan terbuka lebar.

Sudah pasti, pendanaan adalah tantangan utama yang dihadapi pegiat literasi dalam menjalankan kegiatan mereka. Namun, dengan kreativitas dan kerja keras, berbagai sumber pendanaan dapat diakses untuk mendukung upaya meningkatkan literasi di masyarakat.

Yang sudah dijelaskan di atas, seperti penjualan buku, crowdfunding, donasi, acara kreatif, pelatihan berbayar, dukungan pemerintah, penjualan merchandise, beternak, dan lainnya adalah beberapa contoh sumber pendanaan yang dapat dimanfaatkan. Dengan memanfaatkan sumber-sumber ini secara efektif, pegiat literasi dapat terus menggerakkan dan memperluas dampak positif dari kegiatan literasi yang mereka lakukan.

Tetap semangat dan terus bergerak pegiat-pegiat literasi Indonesia. Salam literasi, salam kreatif. (*)

Untuk keterbacaan teks dan tampilan website majalahelipsis.com yang lebih baik, sila unduh aplikasi majalah elipsis di Google Play atau APP Store, tanpa memerlukan login. Kirim naskah ke majalah digital elipsis (ISSN 2797-2135) via email: majalahelipsis@gmail.com. Dapatkan bundel digital majalah elipsis (format PDF 100 halaman) dengan menghubungi redaksi di nomor WhatsApp 0856-3029-582. Ikuti laman media sosial Majalah Elipsis (Facebook) atau @majalahelipsis.

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download versi aplikasi untuk kenyamanan membaca