Seribu Satu Manfaat Membaca dan Menulis Buku

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Oleh Muhammad Subhan

OBAT awet muda itu membaca buku. Buku obat anti pikun. Orang yang membaca buku memaksakan pikirannya tetap aktif bekerja, selalu gelisah, tetapi tidak pernah kesepian.

Tidak heran kalau ada orang yang usianya sudah senja tetapi pikirannya masih terang, ingatannya kuat, meski angka-angka usia sudah melampaui kekuatan fisik tubuhnya. Kesukaannya pada membaca buku membuat dirinya tetap sehat, tampak muda, dan hidupnya bersahaja.

Demikianlah kekuatan sebuah buku yang memberi dampak nyata bagi siapa saja yang suka membacanya.

Buku jendela dunia. Melalui buku kita dapat menjelajahi berbagai macam pengetahuan, memahami beragam budaya, dan mengenal berbagai pemikiran tanpa harus meninggalkan tempat kita berada. Itu asyiknya bercengkerama dengan buku.

Buku salah satu medium utama dalam penyebaran ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Buku memegang peranan yang tak tergantikan dalam perkembangan peradaban manusia.

Buku sumber informasi yang komprehensif dan terpercaya, karena umumnya ditulis oleh para ahli yang telah melakukan penelitian mendalam di bidangnya masing-masing.

Selain itu, buku juga memiliki kemampuan untuk mendokumentasikan sejarah dan pengetahuan manusia secara akurat, yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, buku berfungsi sebagai sarana pelestarian ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Berbahagialah orang-orang yang suka membaca buku, bersentuhan dengan buku, merawat, dan mewarisinya kepada generasi-generasi sesudah mereka.

Sungguh, sangat banyak manfaat membaca buku.

Membaca buku meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita terhadap berbagai topik, baik itu sains, sejarah, sastra, maupun teknologi. Membaca buku membuka wawasan kita dan memperkaya kosakata kita.

Membaca buku juga mengembangkan keterampilan kognitif, seperti kemampuan berpikir kritis dan analitis. Melalui membaca, kita diajak untuk merenungkan, mengevaluasi, dan memproses informasi secara mendalam.

Membaca buku juga memiliki manfaat psikologis. Membaca bisa menjadi cara yang efektif untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.

Buku-buku fiksi, misalnya, dapat membawa kita ke dunia imajinasi yang berbeda, memberikan hiburan, dan menawarkan pelarian sementara dari rutinitas sehari-hari yang tak jarang membosankan.

Sementara buku-buku nonfiksi, di sisi lain, dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi maupun profesional.

Tidak hanya membaca buku, menulis buku juga penting dan menjadi salah satu cara untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain. Menulis buku juga bisa menjadi alternatif membuka lapangan pekerjaan.

Melalui penulisan buku, penulis dapat mengabadikan ide, pemikiran, dan kreativitas mereka, yang kemudian bisa dinikmati dan dipelajari oleh pembaca di seluruh dunia.

Menulis buku juga merupakan sarana untuk memperkenalkan sudut pandang baru dan memicu diskusi di kalangan masyarakat.

Selain itu, proses menulis buku membantu penulis untuk memperdalam pemahaman mereka sendiri terhadap topik yang mereka bahas, serta mengasah kemampuan berpikir dan menulis secara kritis.

Menulis buku juga memberikan kontribusi penting terhadap literasi dan pendidikan.

Buku-buku yang ditulis dengan baik dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif bagi siswa dan mahasiswa, serta menjadi referensi penting bagi para profesional dan peneliti.

Dalam konteks yang lebih luas, menulis buku juga berkontribusi pada pengembangan budaya literasi di masyarakat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemajuan suatu bangsa.

Benar, literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis (buku) saja. Namun, membaca dan menulis merupakan pondasi paling penting dalam literasi. Kalau tanpa dua hal ini, kegiatan literasi apa pun akan pincang, tumpul, dan tiang tegaknya tidak kuat.

Maka, sangat penting sebelum memahami literasi lainnya yang lebih luas terlebih dahulu menguatkan pondasi literasi baca tulis. Jangan sampai pula ada yang mengaku pegiat literasi tetapi tidak suka membaca (buku) dan enggan menulis (buku).

Selamat memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei 2024. Hari buku ini merupakan momentum yang sangat penting untuk merefleksikan peran vital buku dalam kehidupan kita sebagai insan yang literat. (*)

Untuk keterbacaan teks dan tampilan website majalahelipsis.com yang lebih baik, sila unduh aplikasi majalah elipsis di Google Play atau APP Store, tanpa memerlukan login. Kirim naskah ke majalah digital elipsis (ISSN 2797-2135) via email: majalahelipsis@gmail.com. Dapatkan bundel digital majalah elipsis (format PDF 100 halaman) dengan menghubungi redaksi di nomor WhatsApp 0856-3029-582. Ikuti laman media sosial Majalah Elipsis (Facebook) atau @majalahelipsis.

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download versi aplikasi untuk kenyamanan membaca