Riri Satria: Analisis Karya Sastra dengan Pendekatan Data Science Akan Trending di Masa Depan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA, majalahelipsis.com—Apakah pendekatan kuantitatif dapat dipergunakan untuk menganalisis karya sastra?

Penyair dan pakar teknologi digital Riri Satria menjawabnya “bisa!”

“Jika dunia teknologi atau engineering sudah mulai mengadopsi pendekatan analisis yang lazim dipergunakan dalam dunia sosial dan kebudayaan, apakah mungkin terjadi sebaliknya? Dunia kebudayaan atau kesenian yang mengadopsi pendekatan analisis yang lazim dipergunakan dalam teknologi atau engineering? Bisa dan sangat mungkin!” kata Riri Satria kepada majalahelipsis.com, Sabtu (29/6/2024), di Jakarta.

Riri Satria mengungkapkan kalau dirinya telah membimbing beberapa tesis S-2 bidang teknologi informasi dengan analisis menggunakan pendekatan hermeneutika, terutama dalam hal user requirements atau user experience.

“Apakah pendekatan kuantitatif dapat dipergunakan untuk menganalisis karya sastra? Ya, menurut saya bisa sekali. Namun, tentu saja tidak dapat dilakukan dengan hanya pendekatan kuantitatif semata yang berdiri sendiri. Itu dilakukan dengan pendekatan kombinasi atau mixed approach antara kuantitatif dan kualitatif, bahkan kualitatifnya jelas lebih banyak atau dominan,” kata Riri Satria.

Analisis karya sastra dengan pendekatan data science akan trending di masa depan.

Menurut Riri, pendekatan yang saat ini sedang naik daun di dunia adalah data science, yaitu kombinasi dari tiga hal: matematika dan statistika, algoritma dan programming, serta domain expertise.

“Karya sastra itu sendiri adalah data yang siap untuk dianalisis dengan menggunakan berbagai pisau analisis, baik kuantitatif maupun kualitatif, dengan menggunakan berbagai algoritma, bahkan jika diperlukan kecerdasan buatan dengan deep learning-nya,” jelas Riri.

Inti dari analisis karya sastra, jelas Riri, adalah mencari kedalaman makna yang bisa dilakukan dengan berbagai cara: hermeneutika, semiotika teks, dan sebagainya.

“Metode analisis ini sangat kualitatif dan orientasinya depth meanings. Dalam kerangka data science ini termasuk ke dalam domain expertise,” paparnya.

Namun bayangkan, kata Riri Satria, jika satu langkah sebelum melakukan analisis tersebut, informasi diperkaya dengan berbagai pola-pola yang terbentuk dalam karya sastra tersebut. Misalnya, kecenderungan gaya atau topik puisi yang ditulis tahun demi tahun, melihat kecenderungan penggunaan kata, kalimat, majas, atau pola-pola lainnya.

“Bahkan pola-pola hubungan antar berbagai hal yang terbentuk dengan melakukan teknik overlay berbagai data yang ada, baik dalam karya sastra itu sendiri, maupun data-data pendukung lainnya,” katanya.

Ditambahkan, pendekatan data science semakin banyak dipergunakan di dunia, bahkan saat ini sudah memasuki ranah kemanusiaan, kesenian, serta kebudayaan.

“Maka, menurut saya, melakukan analisis karya sastra dengan pendekatan data science akan menjadi trending di masa depan,” tegasnya. (aan)

Editor: Muhammad Subhan

Untuk keterbacaan teks dan tampilan website majalahelipsis.com yang lebih baik, sila unduh aplikasi majalah elipsis di Google Play atau APP Store, tanpa memerlukan login. Kirim naskah ke majalah digital elipsis (ISSN 2797-2135) via email: majalahelipsis@gmail.com. Dapatkan bundel digital majalah elipsis (format PDF 100 halaman) dengan menghubungi redaksi di nomor WhatsApp 0856-3029-582. Ikuti laman media sosial Majalah Elipsis (Facebook) atau @majalahelipsis.

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download versi aplikasi untuk kenyamanan membaca