Bachtiar Adnan Kusuma Orasi Literasi di Takalar, “Perlu Asupan Literasi Sejak Dini”

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

TAKALAR, majalahelipsis.com—Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) didaulat memberikan Orasi Literasi bertajuk “Perlunya Asupan Literasi Anak Sejak dalam Kandungan”, Jumat (29/3/2024), di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar.

Acara yang digelar Duta Pelajar Kabupaten Takalar dan Panitia Festival Ramadan 1445 H, Kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Takalar itu dihadiri Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar diwakili Sekretaris Dinas Perpustakaan, Kadis Pendidikan Takalar, Pegiat Literasi, Duta Baca Provinsi Sulawesi Selatan, Ramlah, Duta Pariwisata Sulawesi Selatan, Duta Baca Takalar, dan ratusan warga Kabupaten Takalar.

Menurut Bachtiar Adnan Kusuma, pendidikan hebat haruslah dimulai dari tiga pilar kekuatan, salah satunya kekuatan keluarga. Keluarga sangat menentukan hadirnya generasi aktif literasi.

“Kita butuh figur ibu-ibu yang pro literasi, tak sekadar omon-omon, tapi dibuktikan dengan aksi bukan hanya diksi. Caranya, setiap keluarga muda Indonesia sebelum memasuki usia nikah, sebaiknya mereka sepakat memilih pasangan yang memiliki budaya literasi tinggi,” ujar BAK.

Misalnya, kata penulis buku Parenting Literasi ini, kedua pasangan calon suami istri sebelum memutuskan menikah, mereka telah membaca buku-buku cara sukses berkeluarga. Kalau setiap pasangan calon pengantin membekali diri dengan berbagai referensi bacaan tentang parenting, otomatis mereka lebih siap dan paham pentingnya keluarga literasi.

“Asupan awal literasi kepada setiap calon pasangan usia muda sangat penting. Kalau setiap pasangan menempatkan literasi di tempat terhormat, tak sekadar pseude literasi, tapi dibuktikan dengan diksi dan aksi, akan lahir generasi muda yang melek literasi dari pasangan keluarga muda membaca Indonesia,” kata Ketua Forum Nasional Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional ini.

BAK menegaskan, peran orang tua memegang kunci sukses bagi setiap anak untuk berhasil. Misalnya saja, BAK menggambarkan bagaimana kehebatan orang Jepang menempatkan membaca sebagai bagian vital pendidikan.

“Sumber daya terbatas, tapi Jepang memiliki sumber daya manusia unggul karena membaca menjadikan bangsa Jepang sebagai bangsa pemenang,” ungkapnya.

Menurut BAK, Jepang tak sekadar mengantar anaknya ke sekolah, tapi mereka juga ikut belajar bagaimana menjadi orang tua hebat di mata anaknya. Inilah yang disebut sistem pendidikan Kyoka Mama. Karenanya, setiap ibu sebaiknya membangun budaya membaca buku setiap hari sebelum tidur anak-anaknya.

Demikian pula, lanjut penulis buku ratusan tokoh nasional dan lokal ini, mengajak para dokter tak sekadar memberi resep obat kepada pasiennya, tapi penting juga dokter memberi resep membacakan buku pasiennya kepada anak-anaknya di rumah. (aan/elipsis)

Editor: Muhammad Subhan

Untuk keterbacaan teks dan tampilan website majalahelipsis.com yang lebih baik, sila unduh aplikasi majalah elipsis di Google Play atau APP Store, tanpa memerlukan login. Kirim naskah ke majalah digital elipsis (ISSN 2797-2135) via email: majalahelipsis@gmail.com. Dapatkan bundel digital majalah elipsis (format PDF 100 halaman) dengan menghubungi redaksi di nomor WhatsApp 0856-3029-582. Ikuti laman media sosial Majalah Elipsis (Facebook) atau @majalahelipsis.

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download versi aplikasi untuk kenyamanan membaca