Bachtiar Adnan Kusuma: Bangsa Besar Miliki Budaya Literasi yang Tinggi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

JENEPONTO, majalahelipsis.com—Tokoh Literasi Nasional, Bachtiar Adnan Kusuma, menegaskan tak ada bangsa yang besar tanpa kemajuan literasinya. Sebab, bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki budaya baca yang tinggi.

Demikian pula, kata Tokoh Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional RI ini, sebuah daerah bisa maju karena memiliki budaya literasi yang tinggi.

Bachtiar Adnan Kusuma hadir sebagai pembicara di talkshow yang digelar Sahabat Literasi Dr. H. Alimuddin, S.H., M.H., M.Kn., Pattiro Jeka, KKR Rumbia, Sabtu (25/5/ 2024), di Jl. Pahlawan Karisa, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Peserta diskusi dari berbagai komunitas di Jeneponto. (Foto: Dok. BAK)

Bachtiar Adnan Kusuma juga menyerahkan wakaf buku Anak Kolong Berwajah Buku, Cara Sukses Menulis Tokoh yang ditulisnya kepada komunitas literasi dan pendidikan yang hadir di acara itu.

Talkshow Literasi dan Ngopi digelar bersama tokoh literasi nasional Bachtiar Adnan Kusuma, hadir sejumlah pegiat lintas komunitas, ketua komunitas memanah tradisional, TBM An-Nur Palajau, KKR Rumbia, Pegiat Pattiro Jeka, anggota dewan terpilih dapil Rumbia, Alex, dan pegiat media.

Talkshow Literasi dan Ngopi digelar dalam rangka membumikan gerakan literasi di Kabupaten Jeneponto. Menurut Bachtiar Adnan Kusuma, gerakan literasi yang digalakkan di Kabupaten Jeneponto dua tahun terakhir adalah memunculkan kesadaran kolektif dalam mewujudkan masyarakat Jeneponto melek literasi.

Bachtiar Adnan Kusuma menyerahkan wakaf buku kepada Rumah Hijau Denassa, Bontonompo, Kabupaten Gowa. (Foto: Dok. BAK)

“Kebangkitan suatu daerah ditentukan oleh kebangkitan literasi, dengan literasi kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan,” sebut Bachtiar Adnan Kusuma.

Bachtiar Adnan Kusuma menguraikan pentingnya empat poin untuk memajukan gerakan literasi pada suatu daerah. Pertama, perlunya sinergi dan kolaboratif. Sinergi dan kolaboratif mudah diucapkan, tapi masih sulit diwujudkan. Selain karena masih adanya rasa superioritas, suka berjalan sendiri, dan menganggap gerakan literasi ajang persaingan.

“Padahal, literasi gerakan kolektif, volunteer yang tak berbau laba. Nah, semakin banyak bergerak semakin baik,” kata Bachtiar Adnan Kusuma.

Kedua, perlunya figur atau pimpinan daerah yang memiliki kesadaran dan kepedulian literasi untuk memajukan daerah yang dipimpinnya.

Karena itu, Bachtiar Adnan Kusuma menegaskan literasi bisa berkembang di daerah jika ada dukungan bupati, wali kota, DPRD, berkolaborasi harmonis dengan pegiat literasi.

Ketiga, pemerintah wajib memberikan dukungan kebijakan, dukungan regulasi, agar kemajuan literasi yang digerakkan pegiat bisa tumbuh dengan baik.

Bersama Komunitas Baca Gunung Silanu, Bangkala, Kabupaten Jeneponto. (Foto: Dok. BAK)

Keempat, literasi haruslah berjalan terus sebagai parameter kemajuan suatu daerah atau bangsa. Bachtiar Adnan Kusuma menyarankan diskusi literasi tak cukup hanya pada tataran diksi tapi lebih penting lagi ada aksi.

“Sebab literasi dimulai dari diksi, berakhir pada aksi. Literasi maju, kesejahteraan masyarakat maju. Tak ada daerah tertinggal, apalagi miskin, yang ada karena ketiadaan orang-orang berilmu tinggi,” kata Kepala Badan Nasional Literasi Masjid PP Ika BKPRMI ini.

Sementara Owner Coffee Shop Rumbia, Haji Nasrum, merasa sangat bersyukur perbincangan literasi dan ngopi digelar di Coffee Shop Rumbia.

Menurutnya, kopi Arabika Rumbia dapat dikenal dengan literasi, bahkan kemah kopi rumbia yang sudah berlangsung enam tahun sejak 2018 hingga saat ini menghadirkan edukasi kopi.

“Kemah Kopi Rumbia jilid VII, pada Oktober 2024 mendatang akan mengangkat tema literasi. Semoga semua pihak dapat mendukung hajatan tahunan bagi para pegiat dan penikmat kopi di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Sebelum menghadiri talkshow literasi dan ngopi, Bachtiar Adnan Kusuma melakukan roadshow literasi dan wakaf buku dari Makassar ke Jeneponto.

Bachtiar Adnan Kusuma melakukan kunjungan ke Rumah Hijau Dennasa Bontonompo, Kabupaten Gowa, Rumah Baca Daeng Jalling Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala, Perpustakaan Pattiro Jeka, dan diskusi TBM An-Nur Palajau yang diagendakan Minggu, 26 Mei 2024.

Forum diskusi akan terus digalakkan secara rutin di Kabupaten Jeneponto,.

“Kita agendakan ngopi literasi berikutnya dilaksanakan di Pattiro Library dan Literasi Center dengan tema literasi digital,” tambahnya. (aan/elipsis)

Editor: Muhammad Subhan

Untuk keterbacaan teks dan tampilan website majalahelipsis.com yang lebih baik, sila unduh aplikasi majalah elipsis di Google Play atau APP Store, tanpa memerlukan login. Kirim naskah ke majalah digital elipsis (ISSN 2797-2135) via email: majalahelipsis@gmail.com. Dapatkan bundel digital majalah elipsis (format PDF 100 halaman) dengan menghubungi redaksi di nomor WhatsApp 0856-3029-582. Ikuti laman media sosial Majalah Elipsis (Facebook) atau @majalahelipsis.

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download versi aplikasi untuk kenyamanan membaca